Mei 08, 2016

Kitab Rihlah Jâwâ al-Jamîlah wa Qishshah Dukhûl al-Islâm ilâ Syarq Âsiyâ

13095779_981704788577824_2702404982986914821_nRihlah Jâwâ al-Jamîlah wa Qishshah Dukhûl al-Islâm ilâ Syarq Âsiyâ (Perjalanan [ke] Nusantara yang Elok, dan Cerita Masuknya Islam ke Timur Asia), ditulis pada tahun 1936 M oleh Shalih ibn ‘Ali al-Hâmid, buku ini memberikan kita informasi yang kaya, penting, dan langka akan gambaran Nusantara pada masa penjajahan Belanda ditinjau dari sudut pandang seorang pelancong asing. Al-Hâmid, seorang sejarawan dan sastrawan besar dari Yaman, melancong ke Nusantara setahun sebelumnya (1935 M), dalam sebuah misi kebudayaan. Saat itu Nusantara masih berada di bawah kekuasaan penjajah Belanda.

Kisah Perjalanan Gus Dur Menemukan Makam Syeh Qutbudin, Pendiri Pondok Pesantren Pertama di Pulau Jawa

Makam Syekh Quthbuddin di antara reruntuhan



Di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terdapat sebuah makam kuno. Konon, makam tersebut bersemayam jazad seorang tokoh pembawa alirah Tarekat Naqsbandiyah pertama kali di tanah Jawa. Syekh Abdullah Qutbudin namanya. Dia berasal dari Iran. 


Maret 29, 2016

UIN BANDUNG MENGANTISIPASI ISIS BERKEMBANG DI INDONESIA



Bandung, RISALAHNU - Munculnya Islamic State of Iraq and Sham/Syria (ISIS) atau dalam bahasa Arabnya al-Dawlah al-Islamiyah fi al-Iraq wa al-Syam (Daisy) adalah gerakan ekstremis lain yang mengatasnamakan Islam. Dampaknya, wajah Islam tampak hanya kemarahan dan kebiadaban. Di Indonesia, individu-individu yang berperan mewujudkan visi global ISIS adalah orang-orang yang tidak mengerti geopolitik Arab, khususnya Irak dan Suriah.  Hal tersebut didiskusikan dalam Seminari Sehari yang bertajuk “Mengantisipasi ISIS, Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” di Aula Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Gunung Jati Bandung, Senin 28 Maret 2016.