Rihlah
Jâwâ al-Jamîlah wa Qishshah Dukhûl al-Islâm ilâ Syarq Âsiyâ (Perjalanan
[ke] Nusantara yang Elok, dan Cerita Masuknya Islam ke Timur Asia),
ditulis pada tahun 1936 M oleh Shalih ibn ‘Ali al-Hâmid, buku ini
memberikan kita informasi yang kaya, penting, dan langka akan gambaran
Nusantara pada masa penjajahan Belanda ditinjau dari sudut pandang
seorang pelancong asing. Al-Hâmid, seorang sejarawan
dan sastrawan besar dari Yaman, melancong ke Nusantara setahun
sebelumnya (1935 M), dalam sebuah misi kebudayaan. Saat itu Nusantara
masih berada di bawah kekuasaan penjajah Belanda.
Di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah
Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terdapat sebuah makam kuno. Konon, makam
tersebut bersemayam jazad seorang tokoh pembawa alirah Tarekat
Naqsbandiyah pertama kali di tanah Jawa. Syekh Abdullah Qutbudin
namanya. Dia berasal dari Iran.
Bandung, RISALAHNU - Munculnya Islamic State of Iraq and
Sham/Syria (ISIS) atau dalam bahasa Arabnya al-Dawlah al-Islamiyah fi al-Iraq
wa al-Syam (Daisy) adalah gerakan ekstremis lain yang mengatasnamakan Islam.
Dampaknya, wajah Islam tampak hanya kemarahan dan kebiadaban. Di Indonesia,
individu-individu yang berperan mewujudkan visi global ISIS adalah orang-orang
yang tidak mengerti geopolitik Arab, khususnya Irak dan Suriah. Hal tersebut didiskusikan dalam Seminari
Sehari yang bertajuk “Mengantisipasi ISIS, Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama”
di Aula Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Gunung Jati Bandung, Senin 28 Maret 2016.