Mei 19, 2009

Mewaspadai Dampak Krisis Finansial Dunia

Mewaspadai Dampak Krisis Finansial Dunia
[Assalamu'alaikum]

Mewaspadai Dampak Krisis Finansial Dunia

KRISIS finansial yang melanda Amerika Serikat, tampaknya tidak akan selesai dalam waktu yang dekat. Presiden terpilih Barack Obama menggambarkan, bahwa krisis itu memerlukan waktu yang panjang, tidak cukup satu-dua tahun atau satu masa jabatan. Jalan yang harus dilalui juga sangat terjal. Pengangguran meluas, berbagai pabrik mobil AS bahkan tidak akan mampu beroperasi lagi, disebabkan ketiadaan kemampuan penyediaan dana cash lagi. Selain itu, pengeluaran konsumen juga menurun, sehingga akan mengurangi impor barang dan jasa dari negara lainnya. Indonesia, sudah tentu tidak akan terlepas dari dampak krisis seperti itu.
Sejauh apa ketahanan ekonomi kita mampu bertahan? Tidak hanya untuk satu atau dua tahun. Tetapi, selama AS belum dapat pulih kembali. Mengesankan, sebagaimana negara lain, termasuk China sekalipun, pemerintah terpaksa menyediakan dana talangan bagi dunia usaha yang besarnya tidak terbayangkan. Ketahanan ekonomi seperti itu, mungkin perlu dipertimbangkan, agar kita tidak semakin terpuruk. Seberapa jauh (misalnya), cadangan devisa kita dapat diandalkan untuk menahan merosotnya rupiah kita? Seberapa jauh kita dapat menahan merosotnya harga saham, sehingga keberadaan bursa saham bisa bertahan?
Sebagaimana di AS, barangkali pemerintah perlu menjelaskan kondisi yang sesungguhnya, yang selama ini dikesankan sebagai tidak banyak masalah. Kalau Barack Obama justru mengesankan gambaran yang tidak mudah, tujuannya adalah untuk meminta peran serta dan dukungan rakyat. Ada optimisme, tanpa mengurangi kenyataan yang sulit. Yes , we can, kata mereka merespon ajakan Presiden terpilih Barack Obama. Semangat Kita bisa hendaklah benar-benar terwujud dalam mengatasi krisis finansial yang sedang dihadapi dunia. Untuk itu, sekali lagi, pemerintah perlu menjelaskan apa adanya, termasuk kesulitan yang akan kita hadapi. Sebab, kesulitan yang kita hadapi itu tidak mungkin diselesaikan tanpa keikutsertaan seluruh kekuatan bangsa, sebagaimana juga selalu dikobarkan oleh Barack Obama.
Semua itu kita kemukakan, oleh karena krisis keuangan dunia yang sedang kita hadapi itu memerlukan pengerahan potensi seluruh bangsa. Memerlukan pengorbanan, agar kita bisa selamat. Sebagaimana (sekali lagi) di AS, dimana baik Partai Demokrat maupun Partai Republik bisa mencapai kesepakatan, mengapa kita justru sering saling menyalahkan? Ada ketidakterbukaan di antara kita, sehingga rakyat sulit diajak untuk bersatu, menyelesaikan masalah nasional yang sedang kita hadapi bersama.
Menjelang Pemilihan Umum tahun 2009, masalah ini tidak mustahil akan semakin menjadi isu politik untuk saling memperoleh dukungan rakyat, sehingga masalah yang sesungguhnya semakin tidak tertangani dengan semestinya. Semuanya hanya berpikir untuk jangka pendek untuk merebut hati rakyat. Dalam jangka menengah dan panjang, tidak mustahil justru akan semakin menyulitkan kondisi perekonomian Indonesia.
Inilah harapan kita, bahwa disaat yang sulit seperti sekarang, selain diperlukan kejelasan/keterbukaan semua pihak, termasuk pemerintah; juga diperlukan keikutsertaan semua pihak seluas mungkin, sehingga tidak ada kelompok yang justru mengambil sikap untuk memperburuk keadaan.