September 21, 2008

berit

Kompas Cetak

Latihan Gabungan

Kenangan Presiden Yudhoyono Ketika Masih Kapten...

Kamis, 19 Juni 2008 | 03:00 WIB

Setelah ”bertempur” pagi, siang, hingga malam, pasukan Komando Tugas Gabungan atau Kogasgab yang dipimpin Panglima Kogasgab Letjen TNI George Toisuta, Senin (16/6) subuh, akhirnya bisa ”merebut” kembali wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, dari tangan musuh, yang diskenariokan sebagai negeri bernama Sonora.

Dengan operasi yang bersandi Yudha Siaga, Sonora bisa ditaklukkan. Aksi militer dan berbagai operasi tempur dijalankan, mulai dari operasi amfibi dari tengah laut, operasi lintas udara (linud) dengan 10 pesawat yang mengangkut 550 personel, hingga serangan langsung mortir dan meriam, serta rudal antikapal dan roket perusak, yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Panglima Tertinggi TNI dari anjungan Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso-990.

Presiden yang mengenakan jaket dan baret jingga kebanggaan Korps Marinir, yang baru diterimanya berikut, dengan Brevet Trimedya sebagai simbol warga kehormatan Marinir, tampak bangga dan antusias melihat jalannya geladi Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008. Dalam peninjauan latihan itu, Presiden Yudhoyono didampingi sejumlah pejabat. Ia tak didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, yang memiliki acara sendiri dengan sejumlah pejabat Kalimantan Timur selama latgab. Presiden ditemani putra sulungnya, Kapten (Inf) Agus Harry Murti.

Dalam skenario geladi Latgab TNI 2008 disebutkan, Sonora adalah negara musuh yang berniat menginvasi Indonesia dengan merebut sejumlah wilayah Negara Kesatuan Republik In donesia (NKRI) di sebelah barat dan timur. Wilayah yang diinvasi adalah Natuna, Pulau Batam, Pantai Sangiap, Singkawang, dan Sangatta. Dipimpin panglima angkatan bersenjatanya, Sonora mengerahkan tiga divisi untuk menduduki wilayah itu sebelum merangsek ke ibu kota negara.

Setelah upaya diplomasi gagal, atas persetujuan DPR, Panglima TNI membentuk Kogasgab untuk merebut kembali wilayah NKRI yang kaya sumber minyak dan gas itu. Sebelum merebut wilayah NKRI, diterjunkan kesatuan dalam berbagai operasi tertutup maupun terbuka.

Operasi tertutup di antaranya dilakukan Badan Intelijen Strategis di kawasan Natuna dan Kalimantan untuk mengetahui kekuatan musuh. Operasi terbuka dilakukan Komando Pertahanan Udara Nasional untuk memperkuat pertahanan udara. Juga serangan dari Komando Operasi Angkatan Udara I dan II, serta Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Armada RI Kawasan Timur.

Tak ketinggalan adalah bantuan dari Komando Daerah Militer I dan VI, yang melakukan operasi wilayah pertahanan. Operasi gabungan meliputi operasi linud, amfibi, sampai operasi serangan udara. Jumlah personel yang dilibatkan lebih dari 30.000 prajurit. Belum lagi peralatan dan persenjataan yang terdiri dari tank, pesawat, kapal dari berbagai jenis, ribuan peluru, bom, bahkan hingga rudal terbaru buatan China yang masih diuji coba TNI. Akhirnya, negara Sonora dipukul mundur dan wilayah terakhir yang masih dikuasai, yaitu daratan Sangatta, mulai dari pantai Sekerat dan Pantai Jepu- jepu, bisa dikuasai TNI lagi. Latgab TNI ini memang belum selesai. Latgab baru selesai 20 Juni mendatang setelah dimulai 1 Juni lalu.

Presiden Yudhoyono selama menyaksikan dari anjungan KRI, Minggu (15/6) hingga Senin, selalu menunjukkan wajah serius. Sesekali ia terlihat seperti menerawang jika tidak tengah meminta penjelasan atau diberi penjelasan oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso maupun Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Sumardjono tentang jalannya geladi dan aksi tempur yang disaksikannya. Apalagi, selama menyaksikan Latgab TNI, Presiden Yudhoyono menginap semalam di ruang VIP KRI dr Soeharso-990, yang berlayar mulai dari perairan Selat Makassar hingga perairan Sangatta.

Presiden Yudhoyono tampaknya memang teringat kembali peristiwa 27 tahun lalu, ketika ia masih berpangkat kapten di kesatuannya dahulu. Seperti yang disampai-kannya ketika wawancara di geladak KRI dr Soeharso, untuk pengambilan gambar acara ”Secangkir Kopi Bersama Presiden SBY” di TVRI, pada Latgab ABRI (ketika itu, tahun 1981) Presiden Yudhoyono juga pernah mengikutinya. Namun, menurut Presiden, Latgab ABRI yang diikutinya tidak berjalan sebentar, tetapi hampir empat bulan lamanya, mulai dari kawasan Sumatera hingga Irian Jaya. ”Peralatannya waktu itu juga belum secanggih seperti sekarang. Tetapi, semangat kita sangat tinggi waktu itu,” ujarnya.

Tak heran ketika Latgab TNI 2008, Presiden Yudhoyono pun seperti teringat saat ia berlatih bertempur pada masa lalu. Akan tetapi, ”medan pertempuran”- nya kini memang sudah berbeda. (suhartono)

Kerabat Presiden Jadi Danjen Kopassus

Kompas.com; Rabu, 11 Juni 2008 | 05:50 WIB

JAKARTA, RABU - Ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Brigjen TNI Pramono Edhie Wibowo akan menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Demikian salah satu Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/ 253 / V/ 2008 tertanggal 29 Mei 2008 tentang mutasi di jajaran TNI. Dalam surat keputusan Panglima TNI itu, terdapat 131 perwira tinggi dan menengah TNI yang dimutasi, terdiri atas 25 orang di jajaran Mabes TNI, 38 orang di jajaran TNI AD, 24 orang di jajaran TNI AL, 18 orang di jajaran TNI AU, 10 orang di jajaran Dephan, dua orang di jajaran Polhukam, delapan orang di jajaran BIN, satu orang di jajaran Wantanas dan satu orang di jajaran Kehakiman.

Brigjen Pramono adalah adik kandung Ibu Negara, Ani Yudhoyono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro. Brigjen Pramono mengikuti jejak sang ayah almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo menjadi anggota Kopassus.

Dalam mutasi kali ini, Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan ditetapkan sebagai Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI G.R.Situmeang. Hotmangaraja Pandjaitan saat ini menjadi Astisten Teritorial (Aster) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Mayjen Hotmangaradja, putra pahlawan revolusi Mayjen DI Pandjaitan ini adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1977.

Selain Brigjen Pramono Edhie Wibowo dan Mayjen TNI Hotmangaraja, perwira yang mengalami mutasi antarjabatan dalam pangkat yang sama terdapat pula Mayjen TNI G.R.Situmeang (Pangdam IX/Udayana) menjadi Irjenad, Mayjen TNI Karsadi (Perwira Sahli Tk. III Bidang Sosbud HAM Panglima TNI) menjadi Aster Kasad, Mayjen TNI Supiadin Yusuf A.S (Pangdam Iskandar Muda) menjadi Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Sunarko (Danjen Kopassus) menjadi Pangdam Iskandar Muda dan Mayjen TNI Aryono Murtamadinata (Asisten Personel Kasad) Staf Khusus Panglima TNI.

Terdapat juga nama Mayjen TNI H Arri Sujono (Perwira Sahli Tk III Bid Banusia Panglima TNI) Aspers Kasad, Brigjen TNI Rahmat Budiyanto (Pa Sahli Tk.II Bid Kamteror Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI) Kasdam III/ Slw, Laksma drg. Budhi Siswanto (Kadiskesal) menjadi Waka Puskes TNI, Laksma TNI Susanto (Pa Sahli Tk.II Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI) menjadi Danguskamlatim, dan Laksma TNI Surya Wiranto (Staf Khusus Kasal) menjadi Dirlatgab Sesko TNI.

Selain itu, tercantum pula nama Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto (Wadan Kobangdikal) menjadi Wadanseskoal, Marsda Yoseph Rasiman (Pa Sahli Tk.III Bid Jahril Panglima TNI) Koorsahli Kasau, Marsma TNI Ach. Arijanto Masrie (Wagub AAU) menjadi Kadispotdirgaau, Marsma TNI Suryanto (Dirpotrana Pothan Dephan) menjadi Sesditjen Pothan Dephan, Marsma TNI Isnawan (Kaskohanudnas) menjadi Waasintel Panglima TNI.

Sementara itu, 54 orang yang mengalami promosi jabatan adalah Brigjen TNI Dahler Sjaiful Hasibuan (Kasdam III/Slw) menjadi Korsahli Kasad, Brigjen TNI Bambang Slamet Ismoyo (Dirdik Sesko TNI) menjadi Pa Sahli Tk III Bid. Sosbud HAM Panglima TNI, Brigjen TNI Djedjen Djaenanasri (Irben Itjen TNI) menjadi Pa Sahli Tk.III Bid Banusia Panglima TNI, Brigjen TNI dr. Heridadi (Dirkesad) menjadi Kapuskes TNI dan Kolonel Cba Albiker Hutabarat (Pawasbek Babek TNI) menjadi Dirbekangad.

Sedangkan Kolonel Czi Langgeng Sulistiyono (Paban i/Ren Spamad) menjadi Kasdam IV/Dip, Kolonel Ckm dr. Supriyantoro (Wadirkesad) menjadi Ka RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad, Kolonel Czi Martono (Paban IV/Faskon Slog TNI) menjadi Irben Itjen TNI, Kolonel Laut (E) Tri Santosa (Sekdiskomlekal) menjadi Kadissenlekal, Kolonel Laut (S) Bambang Dwi Nirbito (Dan STTAL Kobangdikal) menjadi Kapusdiklat Jemen Badiklat Dephan, Kolonel Laut Leonardi (Pamen Mabes TNI AL (Dik Lemhannas)) menjadi Dirprotana Ditjen Pothan Dephan, Kolonel Laut Kusdinar Diyon (Palikes Madya Rumkital dr. Mintoharjo) menjadi Kadiskesal, Marsma TNI R. Abiadi Hasan (Kadispotdirgaau) menjadi Pa Sahli Tk.III Bid Jahrit Panglima TNI, Kolonel Pnb. R.Agus Munandar (Paban 1/Renstra Srenau) menjadi Wagub AAU dan Kolonel Pnb B. John D Sembiring (Pamen Sopsau) menjadi Pangkosek Hanudnas.

Pada surat keputusan itu, terdapat pula 28 orang yang memasuki masa pensiun yakni Mayjen TNI Bob Pangemanan (Tenaga Ahli Pengajar Bid Kependudukan lemhannas RI) menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Rianzi Julidar (Koorsahli Kasad) menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Mahidin Simbolon (Irjenad) menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Zamroni (Asops Panglima TNI) menjadi Pati Mabes TNI AD, Laksda TNI dr Imansyah Ali, DSPD (Kapuskes TNI) menjadi Pati Mabes TNI AL, Laksma TNI Sri Nugroho Budo Gutomo (Sesditjen Kuathan Dephan) menjadi Pati Mabes TNI AL, Laksma TNI Fajar Sampurno (Sesditjen Pothan Dephan) menjadi Pati Mabes TNI AL. Marsma TNI Drs Budhi Sanjoto (Kapusdiklat jemen Badiklat Dephan) menjadi Pati Mabes TNI AU dan Marsma TNI Suyanto (Pa Sahli Tk.II Bid Sosbud HAM Pannglima TNI) menjadi Pati Mabes TNI AU.(ANT/ROY)

Ada 11 Komentar Untuk Artikel Ini

Bilung @ Kamis, 12 Juni 2008 | 09:45 WIB
Sudah umum/biasa, gak usah dipikiran lha wong tradisi

anie @ Kamis, 12 Juni 2008 | 05:36 WIB
he2, ha2, hi2,ludrukan suamiku

bugisman @ Kamis, 12 Juni 2008 | 04:55 WIB
Terusss... Kenapa kalo kerabat presiden yang jadi Danjen kopasus?? Apa ngga lebih bagus kalo di beri judul, Brigjen TNI Pramono Edhie Wibowo Jadi Danjen Kopasus??? Apa alasan penulis sehingga ngasih judul seperti itu?? Padahal berita ini sama sekali ngga ada SPECIALnya cuman berita mutasi biasa. Gimana nih penulis, minta penjelasan??!!!!

Benci Rindu Indonesia @ Kamis, 12 Juni 2008 | 01:07 WIB
kalo soal etika negara yang "ketimuran" ini kok salah kaprah yah....abis itu jadi jangan lupa pak pranowo..jago ketum PSSI, ato PBSI.....kacihan deh Indonesia.

edi kusnadi @ Rabu, 11 Juni 2008 | 22:20 WIB
bukan karena SBY, beliau dudukin jabatan itu ,tapi memang sepatutnya,kalau beliau mampu. hai orang2 yg selalu sirik, jgn beranggapan lebih terhadap putusan SBY, ingat putusannya sudah dipikirkan, setuju pak SBY, selamat pak brigjen

William H @ Rabu, 11 Juni 2008 | 21:15 WIB
Congratulation to all officers in their appointment.

budi @ Rabu, 11 Juni 2008 | 15:25 WIB
Pergantian pejabat dijajaran militer sudah menjadi hal yang biasa dan itu memang tahapan dari rencana peningkatan karier seorang "prajurit". Dan kita jangan mudah berfikir bahwa hal itu adalah KKN, kalau memang ia berbobot mengapa ia tidak menduduki jabatan tersebut. Saya ucapkan selamat untuk Bpk. Brigjen Pramono Edhie Wibowo.

yulius @ Rabu, 11 Juni 2008 | 12:52 WIB
Pergantian Pejabat Negara merupakan hal biasa, dengan catatan pejabat tersebut punya kapasitas memadai, namun akan menjadi hal luar biasa jeleknya kalau pemilihan Pejabat Negara tersebut didasari oleh kepentingan Pribadi, Kelompok atau Golongan ; Pak SBY bagaimana dengan hal ini ? Terjadinya masalah Pilgub Sulawesi Selatan pada beberapa waktu lalu, itu karena Kepentingan Pribadi, Kelompok / Golongan, betul tidak Bp. JK

danang @ Rabu, 11 Juni 2008 | 11:25 WIB
selamat buat kolonel pnb, Agus munandar. Kembali ke ksatrian siapkan kadet yang tangap dan trengginas

yunanta @ Rabu, 11 Juni 2008 | 08:36 WIB
KKN....? Tapi jika orang yang dipilih memang cocok dengan jabatan tersebut kenapa nga....

Lamsihar Manalu @ Rabu, 11 Juni 2008 | 08:28 WIB
Pergantian Pejabat Negara Republik Indonesia harap jangan mementingkan kepentingan pribadi tetapi melanjutkan cita-cita masyarakat pejuang kemerdekaan menjadi masyarakat yang makmurdan sejahtera yang bermartabat dan bertaqwa kepada TYME.

Index Tanggal : 15 Juni 2008; Kompas Cetak.

Berita Utama

Australia Membantu RI Tangani Kemiskinan

Cinta dalam Sepasang Manolo

Di Manakah Hillary Clinton pada Saat Ini?

Di Sejumlah Sekolah 100 Persen Siswa Tak Lulus

Gempa Guncang Jepang Utara

Kandidat Diminta Tidak Lakukan Kampanye Hitam

Kejaksaan Butuh Wajah Baru

Pemerintah Pacu Infrastruktur

PKB Versi MLB Parung Minta Perlindungan Hukum kepada MA

Presiden Bush Puji Carla Bruni

Presiden Yudhoyono Akan Saksikan Latgab TNI 2008