Dalam Surat Al Baqarah Ayat 183, Allah SWT berfirman "Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
Sebagai umat muslim, kita semua menyadari betul puasa hanyalah bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada paksaan bagi orang yang tidak beriman untuk berpuasa.
Puasa selama sebulan pe-nuh banyak sekali hikmah dan manfaatnya, tidak hanya dipandang dari segi kesehatan fisik yang memberikan kesempatan pada pencernaan dalam perut kita untuk beristirahat, diet yang paling menyehatkan, tetapi juga sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik, mendekatkan kebersamaan dalam satu keluarga, satu organisasi, termasuk kebersamaan antarpersonel dalam suatu perusahaan.
Dalam kehidupan suatu keluarga muslim, yang mungkin sehari-harinya jarang makan dan berkumpul santai bersama, kemungkinan besar akan selalu berbuka puasa bersama setelah salat magrib berjamaah dan sebelum isya serta bertarawih.
Makan sahur pada pagi hari, karena saatnya yang bersamaan, semua anggota keluarga akan duduk di meja makan untuk menyantap hidangan sahur. Dengan sendirinya, waktu untuk bersama-sama sambil membicarakan hal-hal yang rutin sampai mengambil keputusan penting, akan lebih efektif karena diibaratkan selalu tercapai 'kuorum' kecuali bila ada anggota keluarga yang sedang tidak serumah.
Silaturahim dan berkumpul bersama seperti ini kalau sengaja diadakan mungkin sulit dilaksanakan karena setiap anggota keluarga, terutama yang anak-anaknya sudah beranjak dewasa, mempunyai kesibukan sendiri sendiri.
Amal ibadah kita diharapkan akan selalu meningkat secara berkesinambungan dalam bulan Ramadan. Termasuk di antaranya beramal dalam berbagai bentuk, seperti memberikan infak dan sedekah, memberikan nasihat kepada siapa pun yang membutuhkan dsb.
Manfaat lain berpuasa adalah ikut merasakan lapar dan dahaga yang dialami oleh mereka yang serba kekurangan. Namun, patut kita sadari sepenuhnya, puasa tidak identik dengan menahan nafsu makan dan minum semata-mata, tapi juga berpuasa dari kemarahan, lapar mata, iri hati, dengki, membuka pintu maaf yang lebih luas, mengekang segala hawa nafsu dan sebagainya.
Bagi perusahaan
Dalam kehidupan eksekutif sehari-hari, setiap saat tugas utama kita adalah mengambil keputusan. Setiap keputusan tentunya harus selalu didasarkan pada informasi yang akurat, mutakhir, bisa dipercaya, dan lengkap menyeluruh.
Keputusan yang dihasilkan seorang eksekutif dibanding-kan dengan eksekutif lainnya terletak pada perbedaan judgment yang dimiliki masing-masing. Istilah judgment agak sulit diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, mungkin identik dengan "pertimbangan", tetapi kualitas judgment seseorang berbeda dengan orang lain karena faktor faktor seperti pengalaman, pendidikan, sikap, situasi dan last but not least kondisi saat keputusan diambil.
Dalam keadaan berpuasa, diharapkan seorang eksekutif dapat berpikir lebih jernih dan lebih saleh serta lebih bijak. Kesalehan individual akan meningkat dan lebih berkualitas dari biasanya. Karena itulah setiap keputusan yang diambil diharapkan juga akan didasari pada pertimbangan-pertimbangan yang lebih agamais dan manusiawi.
Ambil contoh, misalnya, bagi suatu perusahaan, tentunya akan lebih banyak kegiatan yang bersifat pendidikan kerohanian Islami, lebih banyak aktivitas sosial yang dilakukan termasuk ceramah yang biasanya dilakukan menjelang Magrib dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Tarawih.
Termasuk di antaranya adalah kegiatan CSR (corporate social responsibility) yang dapat kita golongkan sebagai suatu kesalehan sosial. Secara relatif dalam bulan Ramadan setiap amalan yang dilakukan akan mendapatkan nilai lebih dan memiliki manfaat yang lebih berarti terutama kalau diperuntukkan bagi mereka fakir miskin yang memang selalu dalam kondisi kekurangan.
Kegiatan CSR perusahaan seyogiyanyalah lebih banyak dilakukan misalnya donasi untuk kaum papa, bakti sosial, mendirikan posko kesehatan, ceramah keagamaan dan sebagainya.
Ramadan dan bisnis
Kegiatan bisnis secara umum tidak boleh terpengaruh selama bulan Ramadan. Yang justru menurun adalah golf yang dilakukan oleh para eksekutif perusahaan sehingga pendapatan lapangan golf dari green fee dipastikan akan turun.
Hal ini diantisipasi oleh lapangan golf yang dilengkapi lampu untuk bermain golf malam hari dengan menjual paket hemat Ramadan.
Kegiatan pertemuan sambil makan siang juga praktis tidak ada lagi bagi eksekutif muslim (yang berpuasa tentunya) dan sebagian pertemuan sambil makan malam juga akan jarang dilakukan mengingat adanya Tarawih sesuah salat Isa.
Namun, ada beberapa jenis bisnis yang justru meningkat pendapatannya seperti penerimaan yang didapat oleh operator telepon seluler dalam bentuk pendapatan dari SMS. Dalam bulan Ramadan dipastikan meningkat deras dalam bentuk permohonan maaf antar sesama muslim sebelum menjalankan ibadah puasa karena akan terabaikanlah puasa kita apabila tidak memohon maaf kepada orang tua, antara suami istri/keluarga dan dengan sesama Muslim lainnya.
Penerimaan dari SMS ini mungkin hanya kalah oleh frekuensi dan volume SMS menjelang hari raya Idulfitri. Sudah tentu banyak lagi contoh bisnis lainnya yang meningkat seiring dengan tibanya Ramadan yang secara jeli dimanfaatkan oleh mereka yang inovatif seperti bisnis jajanan pasar untuk berbuka puasa, busana muslim, perlengkapan salat dan sebagainya.
Marhaban Ya Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Robbal Al Amin.
Oleh Hotbonar Sinaga
Dewan Penasihat Masyarakat Ekonomi Syari'ah Direktur Utama PT (Persero) Jamsostek