Riverside, Rabu - Posisi calon presiden dari Demokrat, Barack Obama, mulai terkejar oleh capres dari Republik, John McCain. Faktor Sarah Palin sebagai cawapres dari Republik telah mendongkrak posisi McCain dan ”memudarkan” aura Obama. Kini Demokrat mulai agak gelisah dan Obama berada pada posisi bertahan.
Sebelumnya posisi bertahan dengan terus menyerang Obama adalah taktik monoton yang dilakukan McCain.
Dari berbagai jajak pendapat setelah bulan Juni, hampir semuanya mengunggulkan Obama. Namun, ada dua jajak pendapat yang memperlihatkan keunggulan McCain.
Jajak pendapat ABC/Washington Post menunjukkan, McCain didukung 49 persen suara dan Obama meraih 47 persen. USA Today/Gallup mengunggulkan McCain dengan suara 54 persen dan Obama 44 persen.
Faktor Palin
”Hampir semua jajak pendapat memperlihatkan peningkatan posisi Republik ... serta peningkatan persetujuan pada penunjukan Palin sebagai cawapres,” kata Scott Keeter, Direktur Riset Survei dari Pew Research Center, di Washington.
Gallup mengatakan, peningkatan posisi McCain adalah karena faktor Palin yang berhasil menarik minat sebagian kelompok independen dan wanita kulit putih ke kubu Republik.
”McCain meraih peningkatan dukungan setelah penunjukan Palin, antara lain karena meningkatnya dukungan evangelis,” kata Keeter. Kelompok evangelis Kristen merupakan penentu kemenangan George Walker Bush pada pemilihan umum tahun 2004.
Penampilan Palin menenggelamkan isu invasi Irak dan ekonomi, yang selama ini membuat McCain terpuruk. Sikap McCain menjauhkan diri dari Bush juga memperbaiki citranya, yang dituduhkan Obama sebagai perpanjangan Bush.
McCain tertolong karena Palin mempermalukan tokoh korup dari Republik di Alaska. Ini mendukung moto McCain, yang meniru Obama dengan mengampanyekan perubahan.
Belum ada jaminan kuat bahwa McCain-Palin akan mempertahankan posisi itu. Obama sejauh ini juga masih mengungguli McCain dalam berbagai jajak pendapat per negara bagian. Akan tetapi, media massa AS yang menghajar Palin, terutama anaknya yang hamil di luar nikah, tak mampu menghancurkan pamor Palin.
”Dia menjadi idola saya,” kata Marty Wright (65) setelah menanti berjam-jam ditimpa hujan untuk mendengarkan Palin yang berbicara di Lebanon, Ohio, Selasa (9/9).
Mengomentari hal itu, Obama mengatakan tidak terlalu pusing. Menurut Obama, McCain-Palin hanya menawarkan lipstik, tidak substansi. Bahkan, Obama balik diserang karena ucapannya, ”Anda bisa saja menorehkan lipstik pada pig. Itu tetap saja pig.”
Atas ucapan pig itu, McCain menuntut Obama meminta maaf dengan alasan Obama telah menyatakan kalimat kasar dengan menyebut lipstik (Palin) yang ditempelkan pada pig.
Kubu Obama sejauh ini bergeming dan menuduh McCain bahkan beberapa kali telah pernah menghina Obama, seperti menyetarakannya dengan Britney Spears, Paris Hilton, yang hanya menghamburkan-hamburkan dana, termasuk dana dari para donatur.
Hillary Clinton, Senin lalu, mendukung Obama dengan mengatakan, ”Tidak untuk McCain, tidak untuk Palin...!”
Harian AS, The Christian Science Monitor, edisi Rabu, mengingatkan agar para penganut Kristen jangan terburu-buru terkesima karena Republik dikenal pintar memanipulasi janji-janji.
Lepas itu, jika Obama kalah, dunia atau setidaknya Eropa akan kecewa, demikian juga Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. PM Inggris ”melanggar” tata krama diplomasi internasional dengan menyatakan terus terang dukungannya kepada Obama.
PM Brown mengatakan, Obama adalah rekan yang bisa dipercayai untuk mengatasi krisis sektor perumahan di AS, yang telah mengacaukan lembaga keuangan dunia, termasuk Inggris.
Jajak pendapat yang dilakukan TNS Opinion di Eropa secara telak mengunggulkan Obama. Menurut responden, yang bisa memperbaiki hubungan trans- Atlantik adalah Obama, bukan McCain. (REUTERS/AP/AFP/MON)